Banten

Barcelona Menang 2-0, Tapi Kiper Bilbao yang Jadi Man of the Match, Kok Bisa?

Abdurahman | 28 Agustus 2026, 17:20 WIB
Barcelona Menang 2-0, Tapi Kiper Bilbao yang Jadi Man of the Match, Kok Bisa?
Ilustrasi (Istimewa)

AKURAT BANTEN-Barcelona sukses mengawali laga kandang La Liga 2026/2027 dengan kemenangan 2-0 atas Athletic Bilbao.

Raphinha dan Fermín López menjadi pencetak gol, tetapi justru kiper Bilbao, Unai Simón, yang keluar sebagai Man of the Match. Kok bisa?

Pertandingan di Spotify Camp Nou, Jumat (28/8/2026) dini hari WIB, menghadirkan sebuah cerita yang cukup unik.

Barcelona memang tampil sebagai pemenang. Dua gol memastikan tiga poin berada di tangan Blaugrana.

Namun, ketika penghargaan pemain terbaik pertandingan diumumkan, nama yang muncul bukan Raphinha, bukan Fermín López, bukan pula Pedri atau Lamine Yamal.

Nama itu adalah Unai Simón.

Kiper Athletic Bilbao tersebut layak mendapatkan sorotan setelah tampil luar biasa di bawah mistar gawang. Ia tercatat membuat delapan penyelamatan sepanjang pertandingan dan berkali-kali menggagalkan peluang Barcelona.

Baca Juga: DPR Pasang Deadline RUU Perampasan Aset: 15 Desember 2026 Harus Diketok, Publik Minta Bukti Tertulis

Unai Simón Bikin Barcelona Tak Bisa Menang Besar

Kalau hanya melihat skor akhir, kemenangan Barcelona 2-0 mungkin terlihat cukup nyaman.

Namun, jalannya pertandingan justru menunjukkan cerita berbeda.

Barcelona tampil dominan sejak awal. Tim asuhan Hansi Flick menguasai bola, menekan Bilbao, dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Masalahnya, ada satu sosok yang terus menggagalkan usaha mereka.

Unai Simón.

Kiper timnas Spanyol itu tampil tenang menghadapi gelombang serangan Barcelona. Ketika pemain-pemain Blaugrana berhasil menembus pertahanan Bilbao, Simón beberapa kali muncul sebagai penyelamat terakhir.

Bahkan, performanya membuat skor pertandingan tetap berada dalam jangkauan Bilbao hingga memasuki menit-menit akhir.

Barcelona membawa pulang tiga poin, tetapi Unai Simón-lah yang membuat Bilbao pulang tanpa mengalami kekalahan telak. Delapan penyelamatan menjadi bukti bahwa sang kiper adalah alasan utama skor hanya berhenti di angka 2-0.

Baca Juga: Tertinggal 0-4, LASK Menggila! Celtic Dibuat Hancur dan Gagal ke Liga Champions

Raphinha Buka Jalan Barcelona

Barcelona akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-37.

Pedri mengirimkan umpan terobosan yang kemudian dimanfaatkan Raphinha. Winger Brasil tersebut berhasil melewati Unai Simón sebelum menceploskan bola ke gawang.

1-0 untuk Barcelona.

Gol itu kembali menegaskan peran penting Raphinha di lini depan Blaugrana.

Raphinha sebelumnya juga tampil gemilang ketika Barcelona menghancurkan Elche 5-0 pada pertandingan pembuka musim. Dengan tambahan satu gol ke gawang Bilbao, ia sudah mencetak tiga gol dalam dua pertandingan pertama La Liga musim ini.

Namun setelah tertinggal, Bilbao tidak sepenuhnya menyerah.

Mereka tetap berusaha mencari celah di balik garis pertahanan tinggi Barcelona.

Dan pada satu momen, peluang emas hampir mengubah cerita pertandingan.

Baca Juga: Viral! Jukir di Palu Terlibat Perkelahian, Diduga Ditembak Pria yang Disebut Anggota Polisi

Bilbao Hampir Bikin Barcelona Panik

Pada menit ke-75, Oihan Sancet mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan.

Tembakannya bahkan membentur tiang gawang Barcelona.

Jika bola sedikit saja berubah arah, Barcelona mungkin harus menghadapi 15 menit terakhir dalam situasi yang jauh lebih menegangkan.

Namun peluang tersebut gagal menjadi gol.

Barcelona kemudian kembali menguasai permainan dan akhirnya mendapatkan gol kedua.

Baca Juga: Dinkes Kota Tangerang Alihkan Fokus CKG ke Penanganan Penyakit Kronis di Lapangan

Fermín López Pastikan Barcelona Menang

Gol yang ditunggu-tunggu Barcelona akhirnya datang pada menit ke-82.

Fermín López memanfaatkan kesalahan di lini belakang Bilbao setelah umpan Karim Adeyemi menciptakan situasi berbahaya. Sang gelandang kemudian melepaskan penyelesaian yang membuat Unai Simón kembali tak berdaya.

Barcelona 2-0 Athletic Bilbao.

Gol tersebut sekaligus mengakhiri harapan Bilbao untuk mencuri poin di Camp Nou.

Laporan resmi Athletic Club juga menyebut Bilbao mampu bertahan dalam pertandingan berkat penyelamatan-penyelamatan Simón sebelum akhirnya Barcelona memastikan kemenangan lewat gol Fermín.

Baca Juga: Gagal Boyong Lewis Hall, Manchester United Putar Otak: Bek Serbabisa Ini Bisa Jadi Jalan Keluar

Kenapa Unai Simón Jadi Man of the Match?

Inilah bagian yang membuat pertandingan Barcelona kontra Bilbao menarik.

Bagaimana mungkin pemain dari tim yang kalah justru dinobatkan sebagai pemain terbaik?

Jawabannya sederhana: performa Unai Simón terlalu menonjol untuk diabaikan.

Barcelona menciptakan banyak peluang dan mengontrol pertandingan. Namun, Simón berkali-kali menggagalkan peluang tersebut.

Catatan delapan penyelamatan menjadi gambaran betapa sibuknya penjaga gawang Bilbao sepanjang laga. Bahkan, sejumlah laporan pertandingan menilai Barcelona sebenarnya berpeluang menang dengan margin yang jauh lebih besar seandainya tidak ada penampilan luar biasa dari Simón.

Dengan kata lain, skor 2-0 justru bisa disebut sebagai kemenangan yang 'diselamatkan' oleh Unai Simón untuk Bilbao dari kekalahan yang jauh lebih menyakitkan.

Baca Juga: Simeone Restui Julian Alvarez Pergi, tapi Barcelona Kena Tembok: Atletico Pasang Harga Fantastis!

Barcelona Tetap Punya Catatan Positif

Terlepas dari penghargaan Man of the Match yang diberikan kepada pemain lawan, Barcelona tentu bisa tersenyum.

Kemenangan atas Bilbao membuat Blaugrana mengoleksi enam poin dari dua pertandingan La Liga.

Sebelumnya, Barcelona membuka musim dengan kemenangan telak 5-0 atas Elche.

Kini mereka kembali meraih tiga poin dengan kemenangan 2-0 atas Bilbao.

Perhatian lain tertuju kepada Rodri.

Mantan pemain Manchester City itu menjalani debutnya bersama Barcelona setelah masuk dari bangku cadangan pada babak kedua. Kehadirannya memberikan warna baru bagi lini tengah tim asuhan Hansi Flick.

Namun, pertandingan ini juga memberikan peringatan bagi Barcelona.

Mereka memang mencetak dua gol, tetapi masih menyisakan banyak peluang yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol.

Jika menghadapi lawan dengan pertahanan yang lebih rapat dan kiper dengan performa seperti Unai Simón, masalah penyelesaian akhir bisa menjadi pekerjaan rumah serius.

Baca Juga: Isi Pertemuan Hansi Flick dan Alejandro Balde yang Mengubah Masa Depan Sang Bek di Barcelona

Unai Simón Kalah, tapi Justru Jadi Bintang

Pada akhirnya, Barcelona mendapatkan apa yang mereka cari: kemenangan dan tiga poin.

Raphinha mencetak gol.

Fermín López memastikan kemenangan.

Rodri menjalani debut.

Tetapi Unai Simón mencuri panggung.

Ia kalah 0-2, tetapi justru menerima penghargaan sebagai pemain terbaik pertandingan setelah melakukan delapan penyelamatan penting.

Itulah ironi sepak bola.

Kadang-kadang, pemain terbaik bukan berasal dari tim yang menang. Dan dalam pertandingan Barcelona kontra Athletic Bilbao, Unai Simón adalah bukti nyatanya.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman